<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>gembel pecinta alam</title>
	<atom:link href="http://gempaladventures.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gempaladventures.wordpress.com</link>
	<description>TETAP SEMANGAT</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2009 06:07:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gempaladventures.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>gembel pecinta alam</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gempaladventures.wordpress.com/osd.xml" title="gembel pecinta alam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gempaladventures.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pecinta Alam Indonesia Abad 21</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/12/15/pecinta-alam-indonesia-abad-21/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/12/15/pecinta-alam-indonesia-abad-21/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 05:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[February 11th, 2008 &#124; Oleh Lutfi Pratomo Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/12/15/pecinta-alam-indonesia-abad-21/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=170&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>February 11th, 2008 | Oleh Lutfi Pratomo</p>
<p>Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.</p>
<p>Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’.<span id="more-170"></span></p>
<p>Namun tidak disaat ini, pencinta alam yang sebenarnya hanya pantas ditunjukan pada masyarakat asli hutan, organisasi non pemerintah yang peduli terhadap lingkungan dan alam, individu yang peduli dengan lingkungan hidup lewat kemampuan yang dia bisa, seperti menanam pohon, membuang sampah tidak sembarangan, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi UU, tidak menebang pohon ditaman nasional dan disekitar hutan lainnya, naik sepeda, menulis tentang lingkungan, membuat film tentang hutan dan kelestariannya, dan masih banyak lagi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p>Makna ‘orang yang suka akan alam’ berarti manusia yang peduli dengan alam dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga kelesatariannya berarti ia membela nasib hutan dan satwa liar yang sedang mengalami kepunahan bukan berpetualang menantang andrenallin naik gunung, memanjat tebing, atau membuka jalur untuk latihan atau dengan bangga bisa menaklukan alam.</p>
<p>Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian pencinta alam yang motori almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan contemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam, yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Prajnaparamita FSUI. Di Tahun 1971 nama Prajnaparamita dilepas diganti dengan Mapala UI. Alhasil bangsa yang euforia ini bermunculan organisasi pencinta alam baik dari kampus dan diluar kampus.</p>
<p>Kegiatan mereka hanya berlarian ke gunung, ke goa, ke tebing hanya untuk menikmati alam. Jaman abad ini sudah berubah namun masih ada saja organisasi pencinta alam baik dari kampus dan masyarakat yang bergiat untuk naik gunung, ke goa, arung jeram, ke tebing atau pendidikan seperti gaya militer, menggampar seenaknya calon peserta dengan alasan biar berdisiplin seperti militer. Padahal pendidikan ala militer dewasa ini dengan kekerasan sudah mulai dikurangi.</p>
<p>Pernah penulis mendengar cerita dari aktivis lingkungan dari negeri yang hutannya sudah hilang bahwa seandainya gunung itu dipenuhi sampah dan hutannya gundul, iklimnya panas, sungai dipenuhi limbah pabrik, tebing karst di bom dan batunya diambil untuk bahan lantai, meja, dan satwa liar yang eksotik punah seperti Harimau Jawa, Jalak Bali. Apakah organisasi pencinta alam baik itu dikampus maupun diluar kampus diam saja melihat itu semua.</p>
<p>Memang hutan Indonesia belum parah meski terlihat parah atau sungai-sungai masih belum tercemar hingga bisnis olah raga arus deras pun menjamur atau gunung masih ada tempat menarik meski jauh paling atas, goa-goa masih banyak yang bagus, tebing-tebing masih menjulang tinggi toh mereka hanya santai-santai saja atau tidak perduli sama sekali lebih mementingkan event-event kejuaraan atau pelatihan-pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan makna dari pencinta alam. Sangat tragis benar.</p>
<p>Apa ada yang salah dari Almarhum Soe Hok Gie dan kawan-kawan lamanya hingga penerusnya hanya mementingkan kepuasaan sesaat atau kode etik pencinta alam Se-Indonesia yang syahkan bersama dalam gladian ke-4 yang setiap kegiatan wajib dibacakan setiap kegiatan seperti maksud dari pesannya Pencinta Alam Indonesia adalah sebagai dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air. Dengan kesadarannya mereka (Pencinta Alam) menyatakan pada poin 2 yang isinya memelihara alam beserta isinya menjadi ucapan atau janji tanpa makna (Lip Service).</p>
<p>Namun hasilnya pun hutan tetap gundul, satwa liar makin lama makin punah, bencana lingkungan mulai bermunculan, bahkan pemanasan global yang dibicarakan setiap negara dan para aktifis lingkungan dari LSM dengan gencarnya mencari solusi. Sedangkan organisasi yang namanya Pencinta Alam belum menunjukan taringnya untuk peduli terhadap lingkungan. Bahkan hanya bisa dihitung oleh jari organisasi pencinta alam yang peduli terhadap lingkungan. Atau menurut saran respon dari pembaca tulisan Quo Vadis Pecinta Alam yang ditulis penulis mending diganti saja nama pencinta alam dengan nama jenis petualang. Biar tidak terjadi pembiasan makna dari kata Pencinta Alam.</p>
<p>Alhasil, makin sepinya minat pemuda sekarang untuk masuk organisasi pencinta alam. Tradisi lama masih dipakai tidak ada formulasi-formulasi baru untuk merefleksikan kegiatan-kegiatannya. Atau organisasi pencinta alam dewasa ini telah bangga dengan “establishment” (kemapanan). Kebiasaan-kebiasaan lama yang harus ditinggalkan malah terus diulang-ulang saja seperti pendidikan dengan kekerasan atau perbedaan yang antara senior dan yunior, pendendaman akibat dari pendidikan yang keras, menebang pohon untuk simulasi SAR, atau pembukaan jalur. Meski kecil namun tetap saja kita memberikan pendidikan yang tidak baik terhadap masyarakat sekitar gunung atau hutan.</p>
<p>Pernah penulis ditanya saat masuk organisasi mahasiswa pencinta alam waktu masih kuliah dulu oleh senior, apa tujuan anda masuk pencinta alam? Penulis menjawab ingin mengenal alam lebih dekat. Namun, ketika pendidikan tidak dikenalkan dengan alam malah disiksa di bentak meski tidak ada kekerasan fisik, membuka jalur hutan dengan parang seperti kesatria.</p>
<p>Ironisnya, bencana-bencana alam tidak separah di jaman itu. Namun saat ini kita mendengar dan merasakan dampak dari penyakit lingkungan seperti pemanasan global, banjir, longsor, tsunami, belum lagi penyakit-penyakit aneh lainnya. Apa kita sebagai pencinta alam terus merenung naik gunung?Apa kita sebagai pencinta alam masih saja manjat memenuhi kepuasaan jiwa? Apa kita sebagai pencinta alam terus menelusuri goa?Apa kita sebagai pencinta alam terus pergi keriam berarung jeram melintasi sungai?Apa kita sebagai pencinta alam bangga dengan ucapan sebagai penikmat alam? Waktunya kita bergabung dan belajar dari organisasi-organisasi non pemerintah, masyarakat dengan kearifan tradisional sekitar hutan yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan sinergi bersama mencari solusi tentang kerusakan alam. Ini tugas semua pencinta alam Indonesia di abad 21 ini. Waktunya meninggalkan dunia petualang. Take Action Now!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=170&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/12/15/pecinta-alam-indonesia-abad-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kode Etik Pecinta Alam Indonesia</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/kode-etik-pecinta-alam-indonesia/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/kode-etik-pecinta-alam-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 04:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Kode Etik Pecinta Alam Indonesia merupakan petunjuk berperilaku bagi para penggiat alam bebas di Indonesia. Kode etik ini disahkan dalam Gladian IV, acara latihan gabungan pecinta alam se-Indonesia yang diprakarsai pertama kali oleh Wanadri, di Ujung Pandang pada tahun 1974 &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/kode-etik-pecinta-alam-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=162&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kode Etik Pecinta Alam Indonesia merupakan petunjuk berperilaku bagi para penggiat alam bebas di Indonesia. Kode etik ini disahkan dalam Gladian IV, acara latihan gabungan pecinta alam se-Indonesia yang diprakarsai pertama kali oleh Wanadri, di Ujung Pandang pada tahun 1974 pukul 01:00 WITA. Isi kode etik tersebut adalah:</p>
<p>Kode Etik Pecinta Alam Se-Indonesia</p>
<p>     Pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>     Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air</p>
<p>Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagai mahkluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa</p>
<p> Sesuai dengan hakekat di atas kami dengan kesadaran menyatakan:</p>
<p>   1. mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa<br />
   2. memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya<br />
   3. mengabdi kepada bangsa dan tanah air<br />
   4. menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya<br />
   5. berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam<br />
   6. berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanakan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa, dan tanah air<br />
   7. selesai</p>
<p>sumber berita :<br />
  &#8220;http://www.arismaduta.org/&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=162&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/kode-etik-pecinta-alam-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jeritan hutan indonesiaku</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/jeritan-hutan-indonesiaku/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/jeritan-hutan-indonesiaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 02:54:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Aku disini&#8230; Disana, Ribuan temanku berdiri Cemas, Putus asa, marah juga kecewa Menanti dengan beribu asa Diseberang sana&#8230; Segelintir manusia dengan ambisi membara Resah Gelisah, juga dengan seribu asa Berharap ada waktu luang dan leluasa Tuk habiskan kami hingga tak &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/jeritan-hutan-indonesiaku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=151&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-152" title="_MG_7053" src="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/10/mg_7053.jpg?w=134&#038;h=200" alt="_MG_7053" width="134" height="200" /><br />
Aku disini&#8230;<br />
Disana, Ribuan temanku berdiri<br />
Cemas, Putus asa, marah juga kecewa<br />
Menanti dengan beribu asa</p>
<p style="text-align:center;">Diseberang sana&#8230;<br />
Segelintir manusia dengan ambisi membara<br />
Resah Gelisah, juga dengan seribu asa<br />
Berharap ada waktu luang dan leluasa<br />
Tuk habiskan kami hingga tak bersisa</p>
<p style="text-align:center;">Duhai manusia&#8230;<br />
Dimana rasa belas kasihanmu<br />
Aku, kau dan semua dibumi adalah ciptaannya juga<br />
Sementara aku dicipta<br />
Adalah untuk menjaga setiap tarikan nafasmu<br />
Agar terbebas dari semua kekotoran yang kau cipta<br />
Sejuk, segar itulah yang kau rasa</p>
<p style="text-align:center;">Saat ini&#8230;<br />
Kala hujan dengan derasnya membasahi bumi<br />
Tanpa ampun mereka melingkarimu, mengepungmu<br />
Begitu bebasnya mereka menghampirimu<br />
Hingga terdengar jerit pilu dari mulutmu<br />
Banjir&#8230;Banjir&#8230;Banjir&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Sungguh&#8230;<br />
Kami sungguh tak mampu untuk membantu<br />
Karena kami tak kuasa menahan dengan menghisapnya</p>
<p style="text-align:center;">Kau tau kenapa?<br />
Saat ini kami hanya tinggal sedikit saja<br />
Pernahkah terpikir olehmu arti serta keberadaan kami<br />
Dan apakah kau pernah peduli</p>
<p style="text-align:center;">Wahai manusia ambisi<br />
Jangan habisi kami<br />
Jangan musnahkan kami hanya untuk kesenangan semua<br />
hidupmu<br />
Kau dan kami di cipta bukanlah tanpa arti<br />
Bumi nyang semakin tak seimbang ini<br />
Kelak akan menghancurkan hidup anak cucumu</p>
<p style="text-align:center;">Disini aku dan ribuan teman-temanku yang masih tersisa berdiri<br />
Dihadapanmu manusia-manusia berbudi<br />
Beribu ucap terima kasih kami<br />
Pada pedulimu tuk biarkan kami tetap disini<br />
Terus Hidup, Berkembang dan lestari<br />
Kami masih dan tetap ada karena usahamu untuk menjaga</p>
<p style="text-align:center;">Setelah kau Pergi meninggalkan kami disini<br />
Akankah kami bisa tegak di bumi ini<br />
Memberi kesejukan untuk semua<br />
mengayomi dirimu dari terik matahari dan panasnya udara</p>
<p style="text-align:center;">Kumohon padamu manusia-manusia berbudi<br />
Tetaplah terus membela kami<br />
Jangan pernah berhenti<br />
Berjuang untuk kelestarian hidup kami</p>
<p style="text-align:center;">Sebuah Puisi yang di tuliskan oleh Antonio de Quera siswa SDN Cipinang Melayu 04 Pagi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=151&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/jeritan-hutan-indonesiaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/10/mg_7053.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">_MG_7053</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Greenpeace Bersama Anak-Anak Kota Bandung Meminta Presiden RI Menghentikan Pengerusakan Hutan</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/greenpeace-bersama-anak-anak-kota-bandung-meminta-presiden-ri-menghentikan-pengerusakan-hutan/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/greenpeace-bersama-anak-anak-kota-bandung-meminta-presiden-ri-menghentikan-pengerusakan-hutan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 02:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Kampanye Greenpeace menyuarakan penyelamatan hutan Indonesia dalam rangkaian program ”Suara Anak Bangsa” dan pada 3 Agustus 2008 dilanjutkan di Bandung, Jawa Barat. Suara anak-anak penerus bangsa yang meminta Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera bertindak menghentikan pengerusakan hutan yang &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/greenpeace-bersama-anak-anak-kota-bandung-meminta-presiden-ri-menghentikan-pengerusakan-hutan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=147&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-148" title="VFF-3" src="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/10/vff-3.jpg?w=314&#038;h=209" alt="VFF-3" width="314" height="209" />
<p style="text-align:justify;">Kampanye Greenpeace menyuarakan penyelamatan hutan Indonesia dalam rangkaian program ”Suara Anak Bangsa” dan pada 3 Agustus 2008 dilanjutkan di Bandung, Jawa Barat. Suara anak-anak penerus bangsa yang meminta Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera bertindak menghentikan pengerusakan hutan yang masih terus berlangsung hingga hari ini, menjadi suatu keprihatinan semua. Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, merupakan pendukung Greenpeace sejak 2007, dan pada kesempatan ini hadir pada acara tersebut.<span id="more-147"></span></p>
<p>Video testimonial anak-anak Indonesia dari berbagai latar belakang suku etnis dan agama yang berbeda seperti dari Bengkulu, Jakarta, Tanggerang, Banjarmasin, Kendari, Manokwari dan Jayapura menunjukan keprihatinan mereka atas rusaknya hutan di Indonesia dan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melakukan tindakan menghentikan pengerusakan hutan. Upaya ini telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai video testimonial anak terbanyak tentang penyelamatan hutan Indonesia.</p>
<p>Perlindungan hutan adalah sesuatu langkah yang penting untuk mengatasi perubahaan iklim dan menjaga keanekaragaman serta melindungi jutaan orang yang mengantungkan hidup mereka kepada hutan. Sebagian besar kerusakan hutan Indonesia disebabkan oleh pembukaan hutan yang tak terkendali untuk lahan perkebunan kelapa sawit. Greenpeace menyerukan pemerintah Indonesia untuk memberikan waktu pada hutan Indonesia untuk bernafas dan perbaikan pengelolaannya melalui jeda (moratorium) alih fungsi serta pengerusakan hutan.</p>
<p>Kerusakan hutan menyumbang seperlima emisi gas rumah kaca di seluruh dunia, selain dari emisi yang dihasilkan dari sektor energi. Pembukaan dan pembakaran hutan yang dilakukan di lahan gambut telah menempatkan Indonesia sebagai penyumbang emisi gas-gas rumah kaca (GRK) terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan China.</p>
<p>Indonesia merupakan negara dengan laju kerusakaan hutan (deforestasi) tercepat, menurut Guiness Book of World Record. Kampanye Greenpeace untuk menghentikan laju deforestasi mendapat dukungan besar dengan keputusan sebuah perusahaan seperti Unilever, salah satu pengguna minyak sawit terbesar di dunia, menyatakan dukungannya untuk jeda (MORATORIUM) pengerusakan hutan Indonesia serta berjanji untuk memastikan seluruh pasokan minyak kelapa sawit mereka berasal dari perkebunan yang tidak merusak hutan dan ramah lingkungan pada 2015.</p>
<p>Siapapun dan dimanapun Anda adalah suatu kewajiban kita untuk memberikan anak-anak penerus bangsa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dengan menjaga hutan dan menjamin keselamatan bangsa.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>sumber :<br />
Arie Rostika Utami<br />
SUARA ANAK BANGSA</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=147&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/10/28/greenpeace-bersama-anak-anak-kota-bandung-meminta-presiden-ri-menghentikan-pengerusakan-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/10/vff-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">VFF-3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PAMLET PANMAS RINJANI 9 BERSAMA JEJAK ADVENTURE ACTIVITY</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/06/23/pamlet-panmas-rinjani-9-bersama-jejak-adventure-activity/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/06/23/pamlet-panmas-rinjani-9-bersama-jejak-adventure-activity/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 13:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=144&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/06/pamplet-rinjani-2009.jpg?w=720&#038;h=960" alt="PAMPLET-RINJANI-2009" title="PAMPLET-RINJANI-2009" width="720" height="960" class="aligncenter size-full wp-image-145" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=144&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/06/23/pamlet-panmas-rinjani-9-bersama-jejak-adventure-activity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/06/pamplet-rinjani-2009.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PAMPLET-RINJANI-2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cagar alam mutis yang terusik tambang</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/cagar-alam-mutis-yang-terusik-tambang/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/cagar-alam-mutis-yang-terusik-tambang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 16:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[www.kabarntt.blogspot.com Jika sekali waktu anda mengayunkan kaki ke Pulau Timor, maka singgah lah barang sehari dua malam di kaki Gunung Mutis. Jika tak sempat baca lah tulisan Cor Sakeng, aktivis LSM yang bekerja di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Ia &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/cagar-alam-mutis-yang-terusik-tambang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=140&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="www.kabarntt.blogspot.com">www.kabarntt.blogspot.com</a></p>
<p style="text-align:justify;">Jika sekali waktu anda mengayunkan kaki ke Pulau Timor, maka singgah lah barang sehari dua malam di kaki Gunung Mutis. Jika tak sempat baca lah tulisan Cor Sakeng, aktivis LSM yang bekerja di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Ia punya cerita sedih untuk kita. Simak liputannya.<br />
Berkunjung ke Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis ungguh menarik. Sejuta flora dan fauna mempesona di dalamnya. Penampilan khas orang desa pun menambah kenangan tersendiri.</p>
<p>Seorang rekan jurnalis sebuah majalah besar di Jakarta terkagum-kagum menyaksikan pemandangan alam yang membentang di lereng Gunung Mutis, sesaat sebelum kami memasuki Kapan, kota Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Gunung Mutis.</p>
<p>&#8220;Pemandangan alamnya sangat indah. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang berkesempatan mampir dan menikmati keindahan tanah Timor. Tapi semua ini butuh promosi dari Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten TTS,&#8221; kata Rahmat, rekan jurnalis, saat kami merapat di Kapan.</p>
<p>Barangkali banyak orang yang belum tahu letak kawasan wisata andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS ini. Padahal, kawasan wisata ini sudah sangat dikenal di kalangan peneliti asing seperti Australia dan Belanda. Tapi dimana letak sesungguhnya Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis?</p>
<p><span id="more-140"></span></p>
<p>Secara geografis, Cagar Alam Gunung Mutis terletak di wilayah Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS. Kawasan yang berjarak sekitar 140 km sebelah Timur Laut Kota Kupang, kota provinsi dan Kabupaten/Kodya Kupang ini memiliki luas sekitar 12.000 hektar. Untuk mencapai Mutis perjalanan dimulai dari Kota Kupang menuju SoE, kota Kabupaten TTS dengan jarak 110 km dan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam.</p>
<p>Dari SoE, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang bus menuju Kapan sebelum ke Desa Fatumnasi. Perjalanan sejauh 15 km ke desa itu memakan waktu lima belas menit. Saat memasuki Desa Fatumnasi pengunjung akan disuguhi pemandangan nan indah dan keramahan penduduk desa asli yang kebanyakan Suku Dawan. Sebagian penduduk masih mengenakan sarung atau kain yang masih menempel di badannya. Hal ini beralasan karena cuaca di sekitar kawasan wisata ini sangat dingin. Awan putih masih bisa dilihat merayap di atas tanah dalam jarak sekitar 10-15 meter.</p>
<p>Yang tak kalah pentingnya adalah dahan dan ranting pohon-pohon besar di dalamnya yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekitar. Setiap dahan dan ranting pohon dipenuhi madu hutan yang sudah menjadi milik setiap suku yang bermukim di sekitarnya. Dari madu hutan ini, masyarakat bisa berharap banyak untuk menopang kehidupan ekonominya selain dari hasil ternak dan pertanian.</p>
<p>Peneliti Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Dr. Leo Banilodu, MS pun mengakui keindahan dan potensi alam Mutis. Oleh karena itu Leo mengusulkan agar status cagar alam ini ditingkatkan menjadi taman nasional.</p>
<p>&#8220;Sejak dulu hingga saat ini kawasan wisata ini selalu dijadikan obyek penelitian dari berbagai peneliti lokal dan asing. Sayangnya, berbagai macam jenis satwa dilindungi di kawasan wisata ini mulai terancam punah. Nah, kita harapkan agar status cagar alam ini segera ditingkatkan menjadi taman nasional,&#8221; ujar Leo Banilodu di Desa Fatumnasi.</p>
<p><strong>Flora dan Fauna</strong></p>
<p>Data penelitian menunjukkan, Kawasan Wisata Gunung Mutis memiliki tipe vegetasi yang merupakan perwakilan hutan homogen daratan tinggi. Kawasan ini juga didominasi berbagai jenis ampupu (Eucalyptus urophylla) yang tumbuh secara alami dan jenis cendana (Santalum album). Selain itu di sini dapat ditemui berbagai jenis pohon lainnya seperti hue (Eucalyptus alba), bijaema (Elacocarpus petiolata), haubesi (Olea paniculata), kakau atau cemara gunung (Casuarina equisetifolia), manuk molo (Decaspermum fruticosum), dan oben (Eugenia littorale). Ada juga salalu (Podocarpus rumphii), natwon (Decaspermum glaucescens), natbona (Pittospermum timorensis), kunbone (Asophylla glaucescens), tune (Podocarpus imbricata), natom (Daphniphylum glauceccens), kunkaikole (Veecinium ef. Varingifolium), tastasi (Vitex negundo). Kemudian ada juga manmana (Croton caudatus), mismolo (Maesa latifolia), kismolo (Toddalia asiatica), pipsau (Harissonia perforata), matoi (Omalanthus populneu) dan aneka jenis paku-pakuan dan rumput-rumputan.</p>
<p>Selain kaya dengan flora, kawasan wisata Mutis juga menyimpan aneka fauna khas Timor. Di sini pengunjung bisa menyaksikan rusa timor (Cervus timorensis), kus-kus (Phalanger orientalis), babi hutan (Sus Vitatus), biawak (Varanus salvator), biawak timor (Varanus timorensis). Di sini juga ada sanca timor (Phyton timorensis), ayam hutan (Gallus gallus), punai timor (Treon psittacea), betet timor (Apromictus jonguilaceus), pergam timor (Ducula cineracea), perkici dada kuning (Trichoglosus haematodus).</p>
<p>Mantan Eksekutif Walhi NTT, Melkhior Koli Baran mengakui, Kawasan Wisata Gunung Mutis juga memiliki fungsi strategis sebagai daerah tangkapan air untuk bahan baku air bagi masyarakat di daratan Timor barat. Pasalnya, di kawasan Mutis terdapat beberapa hulu sungai besar yaitu Sungai Noelmina, Benanain, dan Oebesi. Nah, karena menjadi sumber persediaan air bagi sebagian besar masyarakat di daratan Timor, maka kawasan wisata ini tetap terjaga hingga saat ini. Pihak Dinas Pariwisata TTS pun menyediakan Pondok Wisata, Stasiun World Wide Fund for Nature (WWF) Program Nusa Tenggara dalam rangka penelitian keanekaragaman (biodiversity) sumber daya hayati kawasan tersebut. Tapi kini bukan hanya peneliti dan pecinta alam yang datang, Mutis pun mulai terganggu dengan aktivitas penambangan.</p>
<p><strong>Tambang Datang Mengusik</strong></p>
<p>Kekayaan Kawasan Cagar Alam Gunung Mutis, Nusa Tenggara Timur tidak terlepas dari hadirnya gunung-gunung batu yang oleh masyarakat setempat disebut Faut Kanaf dan mata air di bawah kaki Faut Kanaf yang disebut dengan nama Oe Kanaf atau air dari batu. Arit Oematan seorang pemuda dari desa Tune wilayah Cagar Alam Mutis yang ditemui di desa Bonleu belum lama ini mengatakan bahwa bukit-bukit batu yang merupakan batu marmer ini oleh masyarakat bermanfaat sebagai sumber kehidupan.</p>
<p>Namun para investor mulai datang mengusik kawasan Gunung Mutis. Mereka ingin mengeruk bukit-bukit batu marmer yang menjanjikan keuntungan berlipat ganda. Hadirnya sejumlah perusahaan penambangan yang mendapat ijin eksploitasi dengan mengantongi sejumlah dokumen resmi menambah deretan kecemasan masyarakat Fatumnasi dan sekitarnya. Sebut saja PT Sumber Alam Marmer (PT SAM) yang mengantongi Surat Ijin Penambangan Daerah (SIPD) No. 82/SKEP/HK/2000 Tanggal 3 April 2000 berlokasi di Bukit Naitapan, Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara dengan luas area eksploitasi 10,5 Ha. Menurut Kepala Bidang Operasional PT SAM Arnol T, ijin itu mempeunyai tenggang waktu eksploitasi selama 30 tahun dan bisa diperpanjang. Bahkan ijin eksploitasi marmer ini juga diperkuat dengan SK Gubernur NTT Piet Talo, SH.</p>
<p><strong>Aksi tolak tambang</strong></p>
<p>Kehadiran PT SAM ini menuai aksi penolakan warga. Warga sekitar lokasi tambang mewujudkannya dengan menduduki lokasi tambang. Bahkan aksi pendudukan yang sama juga dilakukan masyarakat di kantor Daerah Kabupaten TTS sebagai pusat pengambil kebijakan.</p>
<p>Ibu Aleta Baun, seorang tokoh perempuan dari masyarakat adat Mollo- Fatumnasi mengaku kecewa dengan pemerintah yang memberikan ijin penambangan kepada PT SAM tanpa memperhatikan hak-hak masyarakat. Mata air yang berada tepat di bawah kaki bukit marmer Naitapan sudah keruh dan tak dapat dikonsumsi oleh masyarakat Desa Tunua. Bahkan beberapa kuburan milik masyarakat di lokasi tambang tak digubris managemen PT SAM. Belum lagi pembuangan limbah yang tidak beraturan. Belum habis perjuangan masyarakat dalam aksi protesnya, datang lagi PT Teja Setia Kawan yang mendapat ijin eksploitasi tambang marmer di lokasi Fatlik desa Kuanoel Kecamatan Fatumnasi. Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatamnas) di Jakarta merespons aksi protes masyarakat adat Mollo Fatumnasi dengan melaporkan perusahaan itu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta.</p>
<p>Karena itu, Komnas HAM meminta Bupati TTS Daniel Banunaek untuk memberikan penjelasan secara rinci tentang kasus penambangan marmer di kawasan pegunungan Mollo di Kecamatan Mollo Utara dan Kecamatan Fatumnasi. Sementara anggota DPRD TTS Sefrits Nau menilai, langkah pemerintah menjual batu marmer dengan memotong bukit dengan maksud mendapat pemasukan bagi PAD adalah tindakan yang sangat keliru. &#8220;Secara pribadi, saya mau katakan bahwa bukit batu itu adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Jika dipotong lalu diambil, maka habis sudah. Sumber air dan hutan di bukit itu akan habis dan tempat adat seperti batu pemali (fatukanaf) dan air pemali (oekanaf) dicemari oleh aktivitas tambang. Ini yang sangat disesali,&#8221; ujar Nau seperti dikutip sebuah harian di NTT. Dia menyarankan agar kawasan itu dijadikan pariwisata dengan pemandangan di Fatumnasi yang sangat indah dan udaranya yang sejuk. Masyarakat juga akan mendapatkan manfaat luar biasa dari situ.</p>
<p>Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Universitas Nusa Candana Kupang yang melakukan Studi Aspek Lingkungan Perubahan Fungsi Cagar Alam Gunung Mutis Menjadi Kawasan Taman Nasional dalam laporan akhirnya kepada pemerintah Kabupaten TTS juga menyatakan, penambangan marmer yang sedang dan akan datang dapat menimbulkan kerusakan habitat, menurunkan produktivitas lahan dan mengancam tata air yang dapat mengakibatkan penurunan produksi tani seperti perladangan, tegalan dan sawah. Hal itu juga akan menimbulkan kecemburuan sosial dan keresahan di kalangan masyarakat. Selain itu penambangan juga dapat menimbulkan kerusakan prasarana transportasi.</p>
<p><strong>Bersandar Pada Faut Kanaf</strong></p>
<p>Masyarakat Mollo &#8211; TTS pada khususnya atau Timor (Barat) pada umumnya pasti mengenal karakteristik Gunung Mutis. Demikian juga apa pandangan masyarakat Mollo terhadap Gunung Batu yang berkandungan Marmer itu? Secara turun temurun yang dituturkan dari generasi ke generasi, masyarakat yang mendiami wilayah mutis dan sekitarnya sangat mengagungkan batu-batu yang menjulang tinggi ibarat pohon itu dikenal dengan nama Faut Kanaf/Batu Nama. Di bawah Faut Kanaf keluarlah mata air yang disebut Oe Kanaf/Air Batu Nama. Faut Kanaf yang diyakini masyarakat yang mendiami kawasan Mutis telah membentuk mata air-mata air yang mengalir dan menyatuh dalam kebersamaan membentuk DAS Benain dan DAS Noelmina. Kedua DAS yang bersumber dari Faut Kanaf ini telah memberikan kehidupan bagi masyarakat Timor Barat pada khususnya.</p>
<p>Dengan demikian Faut Kanaf atau Batu Nama bukanlah sembarangan Batu tetapi batu yang memiliki makna lebih dalam kaitan dengan pembentukkan hidrology. Karena itu, Faut Kanaf dan Oe Kanaf, oleh masyarakat Mollo dinilai sebagai sumber kehidupan. Maka batu yang menjulang tinggi ibarat pohon itu tetap dipelihara masyarakat sebagai sumber kehidupan. Dari berbagai penelitian yang akhirnya diketahui bahwa Faut Kanaf ternyata memiliki nilai milyaran bahkan triliunan jika dieksploitasi. Pada gilirannya Faut Kanaf menjadi kejaran para investor untuk meraup keuntungan.</p>
<p>Bagi masyarakat di wilayah Mollo, gunung batu (marmer) memiliki nilai yang sangat tinggi untuk menjamin kelangsungan hidup, seperti ketersediaan air. Tidakn saja bagi masyarakat di wilayah itu namun juga untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara keseluruhan. Secara ekologis, posisi atau letak batu yang berada di puncak gunung merupakan salah satu wilayah tangkapan dan tendon air yang baik disamping hutan. Sebagai wilayah tangkapan air, batu di wilayah Mollo merupakan sumber air (hulu) bagi sungai besar di Provinsi NTT yaitu Benenain dan Noelmina yang menjadi sumber air utama bagi masyarakat. Jika batu ini ditambang atau dirusak, maka keseimbangan ekologis, khususnya dalam ketersediaan air bagi masyarakat akan sangat terganggu, apalagi wilayah NTT merupakan salah satu daerah yang selalu mengalami kekeringan setiap tahunnya. Disamping itu, daerah di sekitar lokasi pertambangan merupakan satu wilayah produktif yang telah menghidupi masyarakat secara turun temurun. Masyarakat memanfaatkannya sebagai lahan pertanian.</p>
<p>Ibu Aleta Baun soerang pejuang perempuan masyarakat adat Mollo menyatakan kekesalan atas prilaku eksploitatif investor yang bekerjasama dengan pemerintah untuk menambang marmer dar Faut Kanaf adalah suatu tindakan yang sangat tidak berpihak pada kearifan masyarakat dan keberlangsungan tata-hidrology demi keberlangsungan hidup masyarakat. Disamping alasan yang bersifat ekologis, ada pula alasan yang didasarkan pada kultur atau kebudayaan masyarakat setempat. Batu yang sering mereka sebut Faot Kanaf memiliki hubungan langsung dengan sejarah enam belas marga masyarakat Mollo yang tersebar di daratan pulau Timor. Hal inilah yang menentukan identitas masyarakat Mollo, sehingga masyarakat tidak pernah mengenal istilah marmer untuk ditambang. Masyarakat hanya mengenal batu yang telah menghidupi masyarakat selama ini.</p>
<p><strong>Dengarkan suara masyarakat</strong></p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut maka cara penyelesaian kasus ini secara adil adalah mendengarkan secara langsung suara masyarakat. Selama ini proses penyerahan tanah hanya dilakukan secara sepihak, yaitu antara perusahaan atau Pemerintah Daerah dengan para tokoh adat (Amaf). Pemerintah juga telah memanipulasi masyarakat dengan<br />
menggunakan struktur adat yang notabene masih ada masalah dengan masyarakat. Inilah yang menjadi salah satu faktor pemicu utama dalam konflik ini. Jika demikian, Aleta Baun mempertanyakan dimanakah hati nurani pemerintah? Faut Kanaf dan Oe Kanaf adalah sandaran hidup masyarakat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=140&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/cagar-alam-mutis-yang-terusik-tambang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASIB GUNUNG MUTIS</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/nasib-gunung-mutis/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/nasib-gunung-mutis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 16:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Yan Meko/NTT Online WILAYAH Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) seperti umumnya daratan Timor bersuhu udara panas antara 28 sampai 36 derajat Celcius. Tapi ada juga wilayah yang sejuk, bahkan dingin hingga hanya belasan derajat Celcius, misalnya kawasan pegunungan gunung &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/nasib-gunung-mutis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=138&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber Yan Meko/NTT Online</p>
<p>WILAYAH Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) seperti umumnya daratan Timor bersuhu udara panas antara 28 sampai 36 derajat Celcius. Tapi ada juga wilayah yang sejuk, bahkan dingin hingga hanya belasan derajat Celcius, misalnya kawasan pegunungan gunung atau dataran tinggi Mutis.</p>
<p>Di wilayah ini menjulang Gunung Mutis, gunung tertinggi di Pulau Timor. Di Gunung Mutis yang tingginya 2.427 meter di atas permukaan laut ini tumbuh berbagai flora khas Timor antara lain pohon ampupu (Eucalyptus urophylla), hue (Eucalyptus alba), natbona (Pittospermum timorensis), habubesi (Olea paniculata), cendana (santalum album). Fauna penghuni kawasan Gunung Mutis antara lain betet timor (Apromictu jonguilaceus), punai timor (Treon psittacea), kuskus (Phalanger orientals), ular sanca timor (Phyton timorensis).<span id="more-138"></span></p>
<p>Gunung Mutis yang sudah dijadikan Taman Nasional sering dijuluki Ibunya Pulau Timor. Menurut data World Wide Fund (WWF), di kawasan Gunung Mutis yang terletak dalam wilayah Kabupaten TTU dan TTS, pada tahun 1980-an terdapat sekitar 400 titik sumber air. Tapi kini, di Gunung Mutis, tempat berhulu tiga sungai besar yakni Noelmina, Benanain dan Oebesi, hanya tersisa sekitar 40 titik sumber air.<br />
Penebangan liar merusak hutan kawasan konservasi dan daerah tangkapan air menyebabkan sumber-sumber air mengering. Sebagian dari sekitar 46.000 petani dan peternak yang tinggal di sekitar Taman Nasional Gunung Mutis masih terus menebas hutan dan membakar bumi secara sporadis. Dengan meluasnya pemilikan gergaji mesin (chain saw) yang oleh lidah orang Timor disebut sensor, pohon-pohon besar terus bertumbangan.<br />
Berbicara tentang petani Pulau Timor berarti kita berbicara tentang alienasi ekologis. Petani sekarang hidup tanpa aturan, mereka main tebas dan bakar, menyepelekan tatanan adat dan UU Lingkungan Hidup. Dulu petani Timor dikendalikan oleh seorang Tobe (kepala sub suku). Tobe biasanya mengarahkan warga untuk membuka lahan di satu lokasi tertentu saja, tentu dengan berbagai pertimbangan. Tapi kini fungsi Tobe sudah tidak ada lagi bersamaan dengan pudarnya peranan lembaga adat, jelas Willi Silab, pengamat lingkungan di TTU sembari memperlihatkan tulisannya mengenai lingkungan hidup.</p>
<p>Terpaksa Makan Putak</p>
<p>Kemarau yang panjang dan munculnya hama belalang di bagian pesisir wilayah TTU yang didiami oleh warga sembilan desa telah melumpuhkan upaya warga untuk mendapat hasil tani ladang atau sawah. Warga terpaksa berbondong-bondong menebang pohon gewang (Corypha elata), mengupas kulitnya dan mengambil serat batangnya (putak) untuk dijadikan makanan.<br />
Putak itu dicincang kemudian dijemur lalu ditumbuk hingga menghasilkan tepung. Selembar seng yang dilubangi menggunakan paku dijadikan saringan, karena itu tepung yang tersaring cendrung kasar. Tepung kasar itu dicampur lagi dengan parutan kelapa lalu dibakar atau direbus untuk dimakan warga segala umur. Pencernaan balita yang belum begitu kuat menyebabkan banyak yang menderita diare, kurang gizi lalu busung lapar (marasmus). Putak yang biasanya untuk makanan ternak babi, kini malah jadi santapan manusia di kawasan pantai utara kabupaten Timor Tengah Utara.<br />
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, sampai September 2007 sudah tercatat 7.267 balita menderita kurang gizi, 1.466 balita menderita gizi buruk dan 35 balita menderita gizi buruk dengan kelainan klinis dan 7 balita lainnya meninggal.<br />
Semua ini dampak dari pemanasan global dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi oleh para petani Timor. Mereka main tebas bakar, ikut memberi andil pada perubahan iklim. Sering di musim hujan malah hujan tidak turun-turun hingga tanaman pertanian layu dan mati meranggas. Para petani harus mengubah pola pertanian dengan berkebun tetap.<br />
&#8220;Tanah atau ladang tidak boleh lagi dibakar tetapi diluku saja. Sudah saatnya petani melakukan sekali tanam tetapi panen berulang-ulang. Perkebunan adalah langkah yang tepat untuk petani Timor. Terasering, olah lubang dan olah jalur adalah alternatif untuk menyuburkan tanah,&#8221; tutur Yohannes Don bosco Nuwa, aktivis lingkungan hidup yang bergabung dalam Yayasan Mitra Tani Mandiri, Kefamenanu.<br />
Menyaksikan berbagai kegiatan manusia di pedalaman Timor yang tidak ramah lingkungan, muncul pertanyaan: Masih mungkinkah lahan pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara yang seluas 74.308 ha, perkebunan seluas 8.440 ha, hutan seluas 69.325 ha serta padang rumput seluas 74.071 ha bisa dilestarikan?<br />
Sebelum terlambat, bumi Timor harus diselamatkan dengan kesadaran sendiri. Di sini seruan para pemerhati lingkungan hidup perlu didengar. Petani perlu pendampingan agar kembali mencintai lingkungannya, diberi pengetahuan bahwa pemanasan global dan perubahan iklim harus dihadapi dengan langkah adaptasi dan mitigasi. Main tebas dan bakar dan main tebang pohon bukan cara yang cerdas dan bijak menghadapi iklim yang semakin tidak ramah.<br />
Semuanya harus bersama-sama berpikir dan bertindak menyelamatkan Bumi. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), panel para ilmuwan untuk perubahan iklim mengingatkan, usia planet Bumi tinggal 70-100 tahun lagi bila tidak ada perubahan perilaku dan upaya bersama umat manusia meredam laju pemanasan global. Semua harus bersama-sama berpikir dan bertindak menyelamatkan Bumi dan tentu saja tanah Timor. Mumpung masih ada kesempatan buat kita.., begitulah penggalan syair lagu Ebiet G Ade. Jangan sampai terlambat, jangan sampai kesempatan yang masih ada hilang</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=138&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/nasib-gunung-mutis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah &amp; mengenal Rock Climbing ( panjat Tebing )</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/sejarah-mengenal-rock-climbing-panjat-tebing/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/sejarah-mengenal-rock-climbing-panjat-tebing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 16:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/sejarah-mengenal-rock-climbing-panjat-tebing/</guid>
		<description><![CDATA[sources Doc. Mahipa SEJARAH PANJAT TEBING Aktivitas panjat tebing sudah dikenal masyarakat sejak lama bahkan masyarakat tradisional, mereka melakukan pemanjatan guna mencari sumber kehidupan ataupun perlindungan, khususnya didaerah pantai dan kawasan karst untuk mencari sarang burung atau sumber mata air. &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/sejarah-mengenal-rock-climbing-panjat-tebing/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=137&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>sources<br />
Doc. Mahipa</strong><br />
<strong>SEJARAH PANJAT TEBING</strong><br />
Aktivitas panjat tebing sudah dikenal masyarakat sejak lama bahkan masyarakat tradisional, mereka melakukan pemanjatan guna mencari sumber kehidupan ataupun perlindungan, khususnya didaerah pantai dan kawasan karst untuk mencari sarang  burung atau sumber mata air. Tetapi mereka tidak memakai system dan prosedur yang baku seperti dalam olahraga panjat tebing sehingga faktor keamanan dan tingkat resiko yang dihadapi sangatlah tinggi.<br />
Panjat tebing pertama kali dikenal di kawasan benua Eropa tepatnya di kawasan pegunungan Alpen sebelum perang Dunia I. Pada awal tahun 1910 dinegara Austria mulai diperkenalkan penggunaan peralatan-peralatan yang digunakan untuk menunjang dalam kegiatan panjat tebing seperti carabiner (cincin kait) dan piton (paku tebing) yang pada saat itu masih terbuat dari besi baja. Dan berawal dari situlah para pendaki dari Austria dan Jerman mulai mengembangkan peralatan dan teknik olah raga ini. Seiring waktu yang terus berjalan peralatan olah raga ini banyak mengalami inovasi, terutama pada bahan pembuatannya, uji kekuatan gaya tariknya, kepraktisan penggunaan alat serta prosedur keamanan alat yang telah distandartkan.<span id="more-137"></span><br />
Di Indonesia olahraga panjat tebing sendiri telah terbentuk sejak tahun 1988 yang memiliki organisasi yang pada saat itu bernama FPGTI (Federasi Panjat Gunung Dan Panjat Tebing Indonesia) yang kemudian berganti nama dengan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) sampai sekarang ini.</p>
<p>II.   DEFINISI<br />
Panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45o  dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.<br />
Pada dasarnya olah raga panjat tebing adalah suatu olah raga yang mengutamakan kelenturan, kekuatan / daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama team serta ketrampilan dan pengalaman setiap individu untuk menyiasati tebing itu sendiri. Dalam menambah ketinggian dengan memanfaatkan cacat batuan maupun rekahan / celah yang terdapat ditebing tersebut serta pemanfaatan peralatan yang efektif dan efisien untuk mencapai puncak pemanjatan<br />
Pada awalnya panjat tebing merupakan olah raga yang bersifat petualangan murni dan sedikit sekali memiliki peraturan yang jelas, seiring dengan berkembangnya olah raga itu sendiri dari waktu kewaktu telah ada bentuk dan standart baku dalam aktifitas dalam panjat tebing yang diikuti oleh penggiat panjat tebing. Banyaknya tuntutan tentang perkembangan olah raga ini memberi alternatif yang lain dari unsur petualangan itu sendiri. Dengan lebih mengedepankan unsur olah raga murni (sport)</p>
<p>III.   SISTEM PEMANJATAN<br />
System pemanjatan dibagi menjadi dua :</p>
<p>* Himalayan system<br />
Pemanjatan system Himalayan ini adalah pemanjatan yang dilakukan dengan cara terhubungnya antara titik start (ground) dengan pitch / terminal terakhir pemanjatan, hubungan antara titik start dengan pitch adalah menggunakan tali transport, dimana tali tersebut adalah berfungsi supaya hubungan antara team pemanjat dengan team yang dibawah dapat terus berlangsung tali transport ini berfungsi juga sebagai lintasan pergantian team pemanjat juga sebagai jlur suplai peralatan ataupun yang lainnya</p>
<p>* Alpen system<br />
Lain halnya dengan system diatas, jadi antara titik start dengan pitch terakhir sama sekali tidak terhubung dengan tali transpot, sehingga jalur pemanjatan adalah sebagai jalur perjalanan yang tidak akan dilewati kembali oleh team yang dibawah. Maka pemanjatan dengan system ini benar-benar harus matang perencanaanya karena semua kebutuhan yang mendukung dalam pemanjatan tersubut harus dibawa pada saat itu juga.</p>
<p>Dilihat dari bentuk penggunaan peralatan panjat tebing terbagi menjadi 2 kelompok besar :<br />
* Artificial climbing :<br />
 Merupakan pemanjatan yang mana didalam pergerakannya sepenuhnya didukung oleh alat dan pemanjat tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan alat tersebut. Peralatan selain sebagai pengaman juga sebagai tumpuan untuk menambah ketinggian dalam melakukan pemanjatan tersebut. Perlu diingat bahwasannya untuk dapat bergerak cepat dan aman dalam melakukan pemanjatan bukan disebabkan karena adanya peralatan yang super modern melainkan lebih diutamakan pada penggunaan teknik yang baik.<br />
* Free climbing :<br />
Adalah pemenajatn yang mengunakan alat hanya semata-mata untuk menambah ketinggian dan alat berfungsi sebagai pengaman saja tetapi tidak mempengaruhi  gerak dari pemanjat. Walaupun dalam pemanjatan tipe ini pemanjat diamankan oleh seorang belayer namun pengaman yang baik adalah diri sendiri.<br />
Sednangkan untuk pengembangan dari jenis pemanjatan free climbing itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu :<br />
- Top rope : pemanjatan dimana tali pemanjatan sudah terpasang sebelumnya<br />
- Solo : pemanjatan yang dilakukan seorang diri dengan merangkap fungsi sebagai Leade, Cleaner dan Belayer.<br />
Sedangkan solo sendiri juga dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu :<br />
a.   Solo artificial climbing<br />
b.   Solo free climbing</p>
<p>IV.   TEKNIK DASAR PANJAT TEBING<br />
Seorang pemanjat harus bisa memahami tebing yang akan dipanjat, bagaimana kontur tebing tersebut, apa saja peralatan yang nantinya akan dipergunakan, dan kalau bisa tahu secara detail bagaimana bentuk pegangan dan celah-celah yang ada pada tebing tersebut  yang paling utama pemanjat harus  bisa menentukan jalur pemanjatan, cara pemasangan dan penggunaan peralatan yang benar, hal itu akan menjadi safety standart prosedur dalam pemanjatan sehingga menjadi support tambahan bagi kesuksesan dalam melakukan pemanjatan.<br />
Teknik pemanjatan dikelompokkan sesuai bagian dengan tebing yang dimanfaatkan untuk memperoleh gaya tumpuan dan pegangan, yaitu :<br />
a.   Face Climbing<br />
Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan<br />
b.   Friction / Slab Climbing<br />
Teknik ini hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu<br />
c.   Fissure Climbing<br />
 Teknik ini memanfaatkan celah yang digunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak</p>
<p>Dengan cara demikian dan beberapa pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut ;<br />
a.   Jamming<br />
Teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu lebar. Jari-jari tangan, kaki atau tangan dapat dimasukkan / diselipkan pada celah sehingga seolah-olah menyerupai pasak<br />
b.   Chimneying<br />
Teknik memanjat celah vertical yang cukup besar. Badan masuk diantara celah dan punggung menempel disalah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah lagi menempel ke sisi tebing belakang. Kedua tangan diletakkan menempel pula dan membantu mendorong serta membantu menahan berat badan.<br />
c.   Bridging<br />
Teknik memanjat pada celah vertikal yang lebih besar (gullies). Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. Posisi badan mengangkang kaki sebagai tumpuan dibantu juga tangan sebagai penjaga keseimbangan.<br />
d.   Lay back<br />
Teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan tangan dan kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menempatkan kedua kaki mendorong kedepan dan kemudian bergerak naik silih berganti.<br />
e.   Hand traverse<br />
Teknik memanjat pada tebing dengan gerak menyamping (horizontal). Hal ini dilakukan bila pegangan yang ideal sangat minim dan untuk memanjat vertukal sudah tidak memungkinkan lagi. Teknik ini sangat rawan, dan banyak memakan tenaga karena seluruh berat badan tertumpu pada tangan, sedapat mungkin pegangan tangan dibantu dengan pijakan kaki (ujung kaki) agar berat badan dapat terbagi lebih rata.<br />
f.   Mantelself<br />
Teknik memanjat tonjolan-tonjolan (teras-teras kecil) yang letaknya agak tinggi namun cukup besar untuk diandalkan untuk tempat brdiri selanjutnya. Kedua tangan dgunakan untuk menarik berat badan dibantu dengan pergerakan kaki. Bila tonjolan-tonjolan tersebut setinggi paha atau dada maka posisi tangan berubah dari menarik menjadi menekan untuk mengngkat berat badan yang dibantu dengan dorongan kaki.<br />
Sebagaimana panjat tebing ialah memanfaatkan cacat batuan untuk menambah ketinggian sehingga seorang pemanjat dituntut berani, teliti dan terampil juga dalam kemampuan berfikir yang tepat dalam bertindak dengan keadaan yang terbatas untuk membuat keputusan menyiasati dan memecahkan permasalahan yang dihadapi secara tepat, cepat dan aman.</p>
<p>V.   PROSEDUR PEMANJATAN<br />
Tahapan-tahapan dalam pemanjatan hendaknya dimulai dari langkah-langkh sebagai berikut :<br />
a.   mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dicapai.<br />
b.   Menyiapkan peralatan yang akan dibutuhkan<br />
c.   Untuk Leader, perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. Tugas dari Leader sendiri adalah membuat lintasan yang akan dilaluinya dan pemanjat berikutnya.<br />
d.   Untuk Belayer, memasang ancor dan merapikan alat-alat. Tugasnya adalah membantu Leader baik dengan aba-aba maupun dengan tali yang dipakai Leader, Belayer juga bertugas mengamankan Belayer dari resiko jatuh atau yang lainnya, dengan langkah awal yaitu meneliti penganman yang dipakai Leader.<br />
e.   Bila belayer dan Leader telah siap melakukan pemanjatan, segera memberi aba-aba pemanjatan<br />
f.   Bila Leader sampai ketinggian 1 pitch (tali habis) ian harus memasang ancor.<br />
g.   Leader yang sudah memasang ancor diatas, selanjutnya berfungsi sebagai Belayer untuk mengamankan pemenjat berikutnya.</p>
<p>VI.   PERALATAN PANJAT TEBING<br />
Adapun jenis-jenis peralatan yang biasa digunakan untuk panjat tebing adalah :<br />
- Tali (Karn Mantel)<br />
- Webbing<br />
- Carabiner screw dan non screw<br />
- Piton (pasak tebing)<br />
- Ascender (alat untuk naik pada tali)<br />
- Descender (alat untuk turun pada tali)<br />
- Eterier (tangga tali)<br />
- Chock friend<br />
- Harness<br />
- Hamer<br />
- Hand drill<br />
- Magnesium<br />
- Sepatu dan helm<br />
- Chock stopper<br />
- Chock hexentrix<br />
- dll</p>
<p>VII.   SIMPUL-SIMPUL<br />
Simpul-simpul dasar yang biasa digunakan pada panjat tebing adalah sebagai berikut :<br />
- Simpul delapan (figure of eight knot)<br />
- Simpul delapan ganda (double lub figure of eight knot)<br />
- Simpul nelayan (fisherman knot)<br />
- Simpul perusik<br />
- Simpul pangkal (eliver hitch)<br />
- Simpul pita<br />
- Simpul bowline<br />
- Simpul jangkar<br />
- Simpul belay (Italian hitch)<br />
- Simpul kupu-kupu<br />
- dll</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=137&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/24/sejarah-mengenal-rock-climbing-panjat-tebing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggapai Puncak Sejati Gunung Raung</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/10/menggapai-puncak-sejati-gunung-raung/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/10/menggapai-puncak-sejati-gunung-raung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 19:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/10/menggapai-puncak-sejati-gunung-raung/</guid>
		<description><![CDATA[M.Firdaus/dok. Mapala UI Kawah Gunung Raung dilihat dari puncak sejati. JAKARTA – Siapa yang meragukan kemegahan gunung Raung? Gunung di Jawa Timur ini termasuk ”12 besar” puncak gunung Indonesia. Ini sebutan khas untuk dua belas puncak gunung dengan ketinggian di &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/10/menggapai-puncak-sejati-gunung-raung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=134&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-133" title="hobi1" src="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/05/hobi1.jpg?w=370&#038;h=248" alt="hobi1" width="370" height="248" /><br />
M.Firdaus/dok. Mapala UI<br />
Kawah Gunung Raung dilihat dari puncak sejati.</p>
<p>JAKARTA – Siapa yang meragukan kemegahan gunung Raung? Gunung di Jawa Timur ini termasuk ”12 besar” puncak gunung Indonesia. Ini sebutan khas untuk dua belas puncak gunung dengan ketinggian di atas 3.000 m dpl. Kemegahan Raung bukan saja diukur dari tingkat kesulitan trek, tetapi juga kelebihan tantangannya. Tak semua pendaki mampu mencapai puncak sejati gunung ini. Lewat rute normal, desa Sumber Wringin, para pendaki cuma mentok sampai bibir kawah, sekitar 3.100 mdpl.</p>
<p>Dari rute normal tersebut, kalau ingin mencapai puncak sejati kita harus melipir bibir kawah. Ini jelas pekerjaan berbahaya, malah kalau boleh dibilang hampir tidak mungkin. Salah sedikit, nyawa taruhannya. Itu sebabnya, sampai sekarang belum ada yang berhasil.<br />
Puncak sejati Gunung Raung adalah 3.328 m dpl dan terletak di sisi selatan. Dari keterangan penduduk desa, diketahui telah beberapa kali upaya mencapai puncaknya dilakukan beberapa tim, baik dari lokal maupun mancanegara. Namun, tidak ada yang berhasil. Hal itulah yang membawa tim dari Mapala UI pada bulan April 2003 kemarin mendaki dari sisi selatan, tepatnya di Kecamatan Glenmore, untuk melakukan penjajakan mencapai puncak sejati Gunung Raung.<span id="more-134"></span><br />
Tantangan pertama yang disajikan Raung adalah vegetasi hutan yang sangat lebat dan berduri. Setelah rintangan tersebut diatasi, berikutnya rintangan khas berupa jurang di antara jalur pendakian dengan puncak sejatinya.<br />
Penduduk lokal menamakan jurang tersebut sebagai ”curah malang” yang berarti jurang dalam yang melintang. Dari berbagai cerita, di sinilah semua tim ekspedisi sebelumnya menemui kegagalan.<br />
Namun keberadaan ”curah malang” tersebut tidak kami jumpai selama pendakian mencapai puncak tertingginya. Mungkin, apa yang dimaksud dengan curah malang adalah dua sungai besar yang beriringan membelah lembah gunung Raung sisi selatan menjadi dua bagian yaitu wilayah Glenmore dan wilayah Kalibaru.<br />
Mitos itu sekarang telah hilang karena tim kami dan seorang penduduk yang kami jadikan porter berhasil sampai puncaknya tanpa harus melewati dan terjebak di curah malang yang sangat melegenda bagi penduduk setempat.</p>
<p>Kaya Satwa<br />
Dalam menempuh rute yang kami jajaki yaitu jalur Glenmore, diperlukan waktu lima hari untuk sampai di batas vegetasi daerah yang sudah tidak ditemukan tumbuh-tumbuhan. Hutan di bawahnya masih sangat lebat dengan aneka satwa yang beragam, sesekali masih dijumpai burung rangkong yang melintas di atas kita, siamang, dan ular-ular berukuran besar.<br />
Kawasan ini juga dicurigai sebagai kawasan harimau jawa yang telah dinyatakan punah. Namun beberapa penduduk masih meyakini bahwa harimau jawa masih ada. Jika ditinjau dari lebatnya hutan, memang masih memungkinkan satwa langka seperti harimau jawa hidup.<br />
Selain keberadaan satwa di atas, ada suguhan yang utama dari Gunung Raung yaitu kemegahan kawahnya. Kawah Gunung Raung adalah kawah terbesar di Pulau Jawa dengan diameter hampir 2 km dan kedalaman vertikal 500 m, di mana di tengah kawah menjulang setinggi 100 meteran bentukan gunung yang selalu mengeluarkan asap putih belerang.<br />
Gunung Raung termasuk jarang dikenal orang bahkan peminat pendaki. Hal ini disebabkan masih sedikitnya informasi pendakian yang naik ke puncak gunung Raung serta rapatnya hutan yang menutupi jalur pendakian, medan yang dibilang perawan inilah yang membawa kami untuk mengagumi kawah terbesar di Pulau Jawa.<br />
Objek wisata Gunung Raung belum begitu diminati pengunjung karena kurang seterkenal objek wisata yang terletak di sebelah timurnya, kawasan kawah Ijen. Di Ijen kita dapat menjumpai pemandangan yang indah, sehingga wisatawan lokal ataupun asing setiap hari menyaksikan pesona Kawah Ijen diselingi para pekerja yang mengangkut belerang.</p>
<p>Dua Rute Baru<br />
Menuju puncak sejati Raung kini ada dua rute baru. Yang pertama, jalur Kalibaru. Jalur ini dikategorikan sulit karena setelah melewati batas vegetasi, pendaki dihadapkan pada punggungan tipis yang terjal dan berpasir dengan kemiringan antara 40-70 derajat.<br />
Untuk jalur Kalibaru yang telah dirintis oleh Klub Pecinta Alam Pataga Untag Surabaya tahun 2002 paling sulit dan menantang para avonturir, karena harus melewati puncak Gunung Wates. Pendaki harus menuruni gunung Wates dan masuk lagi satu gunungan kecil pipih menjulang sehingga tercipta jurang yang dalam. Kalau mau melewatinya harus mendaki puncaknya yang tipis ataupun travers di dinding tebing sepanjang 50 m di salah satu dinding pugunungan ini.<br />
Setelah itu pemanjatan semi-scrambling dengan pengaman tali tentunya menyusuri dinding puncakan tertinggi yang mudah rontok dengan travers ke sisi timur untuk melewati dua jurang dalam baru kemudian lurus melakukan pendakian mencapai puncaknya.<br />
Jalur baru yang kedua adalah Glenmore. Ini rute baru yang dirintis Mapala UI pada Mei lalu. Rute ini tidak langsung mendapatkan puncak tertingginya, melainkan harus melewati dulu Puncak Glenmore setinggi 3.277 m yang berada di sisi Timur puncak tertingginya. Habis itu baru melipir menyusuri bibir kawah Gunung Raung ke arah Barat yang merupakan puncak tertinggi. Setelah melewati batas vegetasi, jalur punggungan mencapai puncak Glenmore yang cukup tipis dan kiri kanan berupa pasir yang melorot jika diinjak. Di sini butuh waktu dua jam untuk sampai puncak Glenmore dari batas vegetasi.<br />
Jika beruntung—cuaca cerah setelah hujan—kita akan melihat pemandangan yang memukau di sisi barat dua air terjun bertingkat setinggi 100 meteran mengucur memasuki cerukan besar jurangnya hulu Sungai Kajarolo. Sedang di belakang, ada pemandangan sisir pantai selatan Banyuwangi sampai ke selat Bali. Saat malam mulai merambat, tampak gemerlap lampu dua kota yaitu Glenmore dan Kalibaru.<br />
Dalam menyusuri bibir kawah diperlukan usaha ekstra hati-hati karena kanan kita berupa kawah vertikal 500 meter dan kiri berupa lembah dengan kemiringan 40-70 m dan bebatuan berpasir melorot. Walaupun tidak lebih 1 km bila diukur horizontal, dari puncak Glenmore ke puncak sejati dibutuhkan sekitar seharian penuh karena jalannya harus setengah merangkak. Ketimbang jalur Kalibaru, Glenmore lebih bersahabat. Sebab, kita akan mudah menemukan cukup banyak air. Air tersebut terdapat di dalam cerukan-cerukan di jurang.<br />
Untuk bisa sampai di puncak tertingginya lebih baik bermalam jika sudah mendekati sore, baru besok paginya kita bisa mengejar sunrise dari timur. Anda tidak disarankan tinggal lama di puncak. Biasanya lewat jam 8 pagi kabut terus menyelimuti puncak ini dan Anda tidak mendapatkan pemandangan terbaik.<br />
Alat pemanjatan mutlak diperlukan. Para pendaki gunung jawa timuran sering menyebut gunung Raung sebagai gunung tersulit didaki di Jawa. Di jalur Umum Sumberwringin saja orang harus melakukan scrambling dan harus hati-hati tanpa beban. Karakter seputaran Sisi selatan puncak tertinggi Gunung Raung pada dasarnya hampir sama berupa batu dan pasir yang mudah rontok. Maka siapkan peralatan ekstra—seperti tali karmantel minimal 50 m, harnes, figur, pasak yang panjang, dan cangkul kecil atau ice axe—jika Anda berniat mendaki gunung tersulit di Jawa Timur ini untuk rute yang mana pun yang Anda pilih.<br />
(bambang wijiatmoko)<br />
<a href="http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2003/0806/hob1.html">sinar harapan</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=134&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/05/10/menggapai-puncak-sejati-gunung-raung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/05/hobi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hobi1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merah Putih Berkibar di Puncak Idenburg</title>
		<link>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/04/02/merah-putih-berkibar-di-puncak-idenburg/</link>
		<comments>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/04/02/merah-putih-berkibar-di-puncak-idenburg/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 03:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novasuck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Expedisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gempaladventures.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Dua acungan jempol layak diberikan kepada tim ekspedisi Pegunungan Sudirman 2009 Mahasiswa Pecinta Alam (Mahitala) Universitas Parahyangan. Tim pendaki yang berjumlah 10 orang ini, menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Idenburg, Papua. Mereka berhasil mencapai puncak Idenburg, pada &#8230; <a href="http://gempaladventures.wordpress.com/2009/04/02/merah-putih-berkibar-di-puncak-idenburg/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=128&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/04/puncak-idenburg-isi.jpg?w=285&#038;h=429" alt="puncak-idenburg-isi" title="puncak-idenburg-isi" width="285" height="429" class="alignleft size-full wp-image-127" /><br />
Dua acungan jempol layak diberikan kepada tim ekspedisi Pegunungan Sudirman 2009 Mahasiswa Pecinta Alam (Mahitala) Universitas Parahyangan. Tim pendaki yang berjumlah 10 orang ini, menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Idenburg, Papua. Mereka berhasil mencapai puncak Idenburg, pada 29 Januari lalu.</p>
<p>Menurut Farli, Ketua Dewan Pengurus Mahitala Unpar, pencapaian puncak Idenburg meleset satu hari dari rencana semula yang targetnya tanggal 28 Januari. “Karena tim membutuhkan waktu recovery dulu,” ujarnya ditemui di Kampus Unpar, Jalan Ciumbuleuit, belum lama ini.</p>
<p>Tim ekspedisi dibagi tiga tim, yaitu tim Engea 1, Engea 2, dan Engea 3. Ada satu orang yang tak ikut mendaki. Dia menjadi penghubung antara tim pendaki dengan tim yang berada di kampus. Di kampus sendiri, ada sekitar empat orang.</p>
<p>Suhu, hujan dan kabut menjadi tantangan utama. Berdasarkan laporan yang diterima dari rekannya melalui email, cuaca di daerah Idenburg berubah-ubah. Jika malam tiba suhu dapat mencapai minus 1 derajat celcius. “Tidak sesuai dengan perkiraan semula,” ujar Farli.<span id="more-128"></span></p>
<p>Meski hujan mengguyur dan kabut tebal menyelimuti lembah Idenburg, tidak menyuruti tim ekspedisi untuk mencapai puncak Idenburg. Bahkan, beratnya medan yang penuh dengan tebing berwarna putih, membuat tim semakin bersemangat untuk menaklukan puncak Idenburg. Sesampainya mereka tiba di puncak Idenburg, mereka lalu mengibarkan bendera Merah Putih.</p>
<p>Farli, yang juga mahasiswa jurusan Arsitektur Unpar ini mengatakan lembah idenburg belum pernah dieksplorasi oleh orang Indonesia. Hanya Henrich Harrer, warga negara Austria yang pernah menyambangi Idenburg pada 1960, namun tidak mencapai puncak<br />
<a href="http://bandung.detik.com/read/2009/02/05/092630/1079800/683/merah-putih-berkibar-di-puncak-idenburg"><br />
detik bandung</a><br />
<a href="http://pecintaalam.net/2009/02/05/merah-putih-berkibar-di-puncak-idenburg/">pecinta alam.net</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gempaladventures.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gempaladventures.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gempaladventures.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gempaladventures.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gempaladventures.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gempaladventures.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gempaladventures.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gempaladventures.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gempaladventures.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gempaladventures.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gempaladventures.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gempaladventures.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gempaladventures.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gempaladventures.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gempaladventures.wordpress.com&amp;blog=7003866&amp;post=128&amp;subd=gempaladventures&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gempaladventures.wordpress.com/2009/04/02/merah-putih-berkibar-di-puncak-idenburg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/082cf84dcfa3f5422926b307e86ea93f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novasuck</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gempaladventures.files.wordpress.com/2009/04/puncak-idenburg-isi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">puncak-idenburg-isi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
