Pecinta Alam Indonesia Abad 21

February 11th, 2008 | Oleh Lutfi Pratomo

Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.

Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’. Baca lebih lanjut

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia merupakan petunjuk berperilaku bagi para penggiat alam bebas di Indonesia. Kode etik ini disahkan dalam Gladian IV, acara latihan gabungan pecinta alam se-Indonesia yang diprakarsai pertama kali oleh Wanadri, di Ujung Pandang pada tahun 1974 pukul 01:00 WITA. Isi kode etik tersebut adalah:

Kode Etik Pecinta Alam Se-Indonesia

Pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air

Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagai mahkluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa

Sesuai dengan hakekat di atas kami dengan kesadaran menyatakan:

1. mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya
3. mengabdi kepada bangsa dan tanah air
4. menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
5. berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam
6. berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanakan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa, dan tanah air
7. selesai

sumber berita :
http://www.arismaduta.org/”

jeritan hutan indonesiaku

_MG_7053
Aku disini…
Disana, Ribuan temanku berdiri
Cemas, Putus asa, marah juga kecewa
Menanti dengan beribu asa

Diseberang sana…
Segelintir manusia dengan ambisi membara
Resah Gelisah, juga dengan seribu asa
Berharap ada waktu luang dan leluasa
Tuk habiskan kami hingga tak bersisa

Duhai manusia…
Dimana rasa belas kasihanmu
Aku, kau dan semua dibumi adalah ciptaannya juga
Sementara aku dicipta
Adalah untuk menjaga setiap tarikan nafasmu
Agar terbebas dari semua kekotoran yang kau cipta
Sejuk, segar itulah yang kau rasa

Saat ini…
Kala hujan dengan derasnya membasahi bumi
Tanpa ampun mereka melingkarimu, mengepungmu
Begitu bebasnya mereka menghampirimu
Hingga terdengar jerit pilu dari mulutmu
Banjir…Banjir…Banjir…

Sungguh…
Kami sungguh tak mampu untuk membantu
Karena kami tak kuasa menahan dengan menghisapnya

Kau tau kenapa?
Saat ini kami hanya tinggal sedikit saja
Pernahkah terpikir olehmu arti serta keberadaan kami
Dan apakah kau pernah peduli

Wahai manusia ambisi
Jangan habisi kami
Jangan musnahkan kami hanya untuk kesenangan semua
hidupmu
Kau dan kami di cipta bukanlah tanpa arti
Bumi nyang semakin tak seimbang ini
Kelak akan menghancurkan hidup anak cucumu

Disini aku dan ribuan teman-temanku yang masih tersisa berdiri
Dihadapanmu manusia-manusia berbudi
Beribu ucap terima kasih kami
Pada pedulimu tuk biarkan kami tetap disini
Terus Hidup, Berkembang dan lestari
Kami masih dan tetap ada karena usahamu untuk menjaga

Setelah kau Pergi meninggalkan kami disini
Akankah kami bisa tegak di bumi ini
Memberi kesejukan untuk semua
mengayomi dirimu dari terik matahari dan panasnya udara

Kumohon padamu manusia-manusia berbudi
Tetaplah terus membela kami
Jangan pernah berhenti
Berjuang untuk kelestarian hidup kami

Sebuah Puisi yang di tuliskan oleh Antonio de Quera siswa SDN Cipinang Melayu 04 Pagi

Greenpeace Bersama Anak-Anak Kota Bandung Meminta Presiden RI Menghentikan Pengerusakan Hutan

VFF-3

Kampanye Greenpeace menyuarakan penyelamatan hutan Indonesia dalam rangkaian program ”Suara Anak Bangsa” dan pada 3 Agustus 2008 dilanjutkan di Bandung, Jawa Barat. Suara anak-anak penerus bangsa yang meminta Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera bertindak menghentikan pengerusakan hutan yang masih terus berlangsung hingga hari ini, menjadi suatu keprihatinan semua. Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, merupakan pendukung Greenpeace sejak 2007, dan pada kesempatan ini hadir pada acara tersebut. Baca lebih lanjut

PAMLET PANMAS RINJANI 9 BERSAMA JEJAK ADVENTURE ACTIVITY

PAMPLET-RINJANI-2009

cagar alam mutis yang terusik tambang

www.kabarntt.blogspot.com

Jika sekali waktu anda mengayunkan kaki ke Pulau Timor, maka singgah lah barang sehari dua malam di kaki Gunung Mutis. Jika tak sempat baca lah tulisan Cor Sakeng, aktivis LSM yang bekerja di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Ia punya cerita sedih untuk kita. Simak liputannya.
Berkunjung ke Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis ungguh menarik. Sejuta flora dan fauna mempesona di dalamnya. Penampilan khas orang desa pun menambah kenangan tersendiri.

Seorang rekan jurnalis sebuah majalah besar di Jakarta terkagum-kagum menyaksikan pemandangan alam yang membentang di lereng Gunung Mutis, sesaat sebelum kami memasuki Kapan, kota Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Gunung Mutis.

“Pemandangan alamnya sangat indah. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang berkesempatan mampir dan menikmati keindahan tanah Timor. Tapi semua ini butuh promosi dari Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten TTS,” kata Rahmat, rekan jurnalis, saat kami merapat di Kapan.

Barangkali banyak orang yang belum tahu letak kawasan wisata andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS ini. Padahal, kawasan wisata ini sudah sangat dikenal di kalangan peneliti asing seperti Australia dan Belanda. Tapi dimana letak sesungguhnya Kawasan Wisata Cagar Alam Gunung Mutis?

Baca lebih lanjut

NASIB GUNUNG MUTIS

Sumber Yan Meko/NTT Online

WILAYAH Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) seperti umumnya daratan Timor bersuhu udara panas antara 28 sampai 36 derajat Celcius. Tapi ada juga wilayah yang sejuk, bahkan dingin hingga hanya belasan derajat Celcius, misalnya kawasan pegunungan gunung atau dataran tinggi Mutis.

Di wilayah ini menjulang Gunung Mutis, gunung tertinggi di Pulau Timor. Di Gunung Mutis yang tingginya 2.427 meter di atas permukaan laut ini tumbuh berbagai flora khas Timor antara lain pohon ampupu (Eucalyptus urophylla), hue (Eucalyptus alba), natbona (Pittospermum timorensis), habubesi (Olea paniculata), cendana (santalum album). Fauna penghuni kawasan Gunung Mutis antara lain betet timor (Apromictu jonguilaceus), punai timor (Treon psittacea), kuskus (Phalanger orientals), ular sanca timor (Phyton timorensis). Baca lebih lanjut