Keluarga Besar DIMPA Malang melakukan kegiatan tanam pohon

Pada tanggal 18 Februari yang lalu tentang aksi penanaman pohon di sekitar Green House (lingkungan kampus) milik Fakultas Pertanian Univ. Muhammadiyah Malang oleh Divisi Mahasiswa Pencinta Alam “DIMPA”. Aksi penanaman pohon tersebut dilakukan anggota DIMPA yang berjumlah + 12 orang. Didampingin dengan Pembina DIMPA sendiri, yakni Ibu Elly Purwanti kemudian KARO MAWA, Bapak Mubin, Serta Pembantu Rektor III Univesitas Muhammadiyah Malang, Drs. Joko Widodo M.Si. penanaman bibit pohon mahoni itu berjalan lancar..
Memang kali ini, kegiatan menanam pohon tidak pada biasanya. Aksi penanaman ini dilaksanakan pada pukul 7 pagi. Jarang-jarang para pejabat kampus mau datang pagi-pagi.he..he…! Ada sekitar 60 bibit yang kita tanam. Lahan yang miring (karena berada dipinggiran S. Brantas) mengharuskan dibuat dulu tingkatan-tingkatan seperti terasering. Pak Joko mengingatkan bahwa tugas kita bukan hanya menanam akan tetapi juga proses perawatannya harus di perhatikan juga. Hal ini juga sudah disampaikan senior kita yang berada di P. Madura, Mas Anwar (biasa di panggil Engkeh) melalui sms. Bukan hanya menanam, tapi kita harus merawatnya seperti orang tua merawat anaknya. Masuk akal juga menurut penulis. Malu dong…. Masa hanya bisa menanam tapi tidak bisa merawat. Apa bedanya kita dengan para pejabat-pejabat yang menanam pohon secara simbolis pada sebuah ceremonial acara tentang lingkungan. Betul nggak? Betul….!!

Menanam satu pohon menjadi sangat berarti bagi Bumi yang sudah semakin tua ini. Bagaimana Tidak, Isu Global Warming dengan bukti-bukti yang ada membuat kita sadar akan kelangsungan dari alam ini. Tau nggak, Greenpeace Indonesia mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang mengalami pengurangan luas hutan tercepat di dunia dengan setiap tahunnya kehilangan 1,8 juta hektare area hutan.(ANTARA News) Bagaimana? Perlu nggak Indonesia kita Daftarkan/masukkan kedalam Guiness World Record ??
Perlu kita ketahui, negara kepulauan seperti Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Perubahan iklim yang ekstrem, kenaikan permukaan air laut, banjir, dan kekeringan sudah melanda kita dan semua ini merupakan dampak dari perubahan iklim global. Indonesia memiliki pilihan jelas, apakah akan menjadi bagian dari solusi untuk menanggulangi krisis iklim global atau sebaliknya.
Sejak saat ini, Indonesia harus ambil bagian dalam penanggulangan krisis iklim global, misalnya dengan menekan penggunaan energi bahan bakar minyak, menghindari penggunaan nuklir sebagai sumber energi listrik, dan menghentikan “deforestasi”, baik akibat kebakaran maupun pembalakan. SAVE THE EARTH….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s